Giving While Searching” Solusi Geevv untuk Menanggulangi Masalah Sosial

Hari ini ada lebih dari 5,53 Miliar pencarian di search engine setiap harinya, itu artinya lebih dari 166 Miliar pencarian dilakukan setiap bulan. Dengan rata-rata penghasilan iklan dari setiap pencarian bernilai Rp 3.000, maka potensi penghasilan iklan yang terkumpul adalah 498 Triliun setiap bulannya.

Bayangkan jika penghasilan dari setiap pencarian dikonversikan menjadi donasi untuk mengatasi masalah sosial di Indonesia. Kita dapat membantu 9.960.000 anak Indonesia untuk mengakses pendidikan tinggi setiap bulannya. Atau bahkan membangun 4.256 rumah sakit di seluruh Indonesia setiap bulan.

Mimpi besar itulah yang ingin dibangun oleh Geevv. Sebuah startup teknologi asal Indonesia yang menamakan diri sebagai Social Search Engine. Geevv ingin memberikan pengguna tidak hanya informasi yang mereka cari, tapi juga kesempatan untuk menolong sesama secara tidak langsung. Geevv berkomitmen untuk mendonasikan 80% profit dari penghasilan iklan untuk program-program sosial di bidang kesehatan, pendidikan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

Sebagai bisnis sosial, Geevv ingin menjadi wadah sinergis untuk membangun jaring-jaring kebaikan. Geevv tidak hanya ingin mengajak masayarakat untuk menggunakan Geevv sebagai mesin pencari di internet, tapi juga produk atau brands untuk memasang iklan di Geevv sebagai konsiderisasi prososial perusahaan.

Awal Mula

Geevv diinisiasi pada bulan Agustus 2016 oleh seorang mahasiswi Universitas Indonesia bernama Azka A. Silmi (21). Berawal dari minat terhadap isu sosial di kampus yang tersalurkan lewat Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat fakultas, Azka banyak mengikuti kegiatan yang membawanya dekat dengan masyarakat. Hingga akhirnya selesai kepengurusan, ia menghabiskan beberapa bulan di Komunitas Ciliwung Depok. Tempat inilah yang mengenalkannya lebih dekat dengan alam dan masayarakat di sekitar Sungai Ciliwung. Arung sungai yang dilakukan membukanya pada kehidupan masayarakat pinggiran Sungai Ciliwung yang beberapa masih memprihatinkan. Namun, di tengah- tengah semua itu masih terdapat orang-orang seperti anggota Komunitas Ciliwung Depok yang berusaha untuk menciptakan perubahan.

Kondisi tersebut hanyalah sebagian kecil dari Indonesia. Ini yang mendorong Azka untuk membuat sebuah langkah kecil yang diharapkan dapat berdampak besar. Melihat kebiasaan melakukan pencarian di internet sudah menjadi gaya hidup. Azka ingin menjadikan pula tindakan untuk berbuat baik sebagai bagian dari gaya hidup. Dari situlah konsep search engine coba untuk dikawinkan dengan konsep berdonasi.

Untuk memperbesar dampak yang diberikan, Azka mengajak Andika Deni Prasetya (20) yang sebelumnya telah membangun sebuah social startup bernama AM Human Development sebagai co- founder dan membawahi Marketing & Social Division.

Cara Kerja

Konsep yang ditawarkan Geevv cukup sederhana. Sebagai pengguna, kita tidak perlu repot jika ingin mencari informasi ataupun berdonasi. Geevv memiliki fungsi dan mekanisme yang sama dengan search engine lain. Dimana pengguna mengakses Geevv melalui https://geevv.com, dan mengetik kata kunci yang ingin dicari melalui search bar. Kemudian Geevv akan memberikan informasi yang dibutuhkan. Setiap iklan yang diklik ketika melakukan pencarian, akan menghasilkan penghasilan iklan bagi Geevv yang nantinya akan disalurkan kepada Mitra Program Sosial terpercaya untuk dikelola. Pengguna dapat mengetahui berapa jumlah donasi yang terkumpulkan lewat ikon kalkulator donasi yang ada di tampilan Geevv.

Pendanaan

Dengan mimpi yang besar, Geevv membutuhkan pembiayaan yang juga besar. Saat ini, Geevv telah mendapatkan pendanaan dengan angka yang tidak disebutkan. Pendanaan ini berasal dari sebuah perusahaan Family Office Investment di Indonesia bernama RnB Fund. Dengan kesamaan visi untuk menciptakan dampak positif dalam setiap lini bisnisnya, Geevv percaya bahwa pendanaan yang diberikan RnB Fund tidak hanya bernilai ekonomis tapi juga motivasi untuk bermimpi besar.

Mimpi Besar

Tergelitik dengan fakta bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar pengguna internet yang tinggi dan belum memiliki search engine lokal yang dapat mengambil market share search engine. China sebagai negara peringkat pertama sudah memiliki Baidu, Jepang memiliki Goo, dan Rusia memiliki Yandex sebagai search engine lokalnya. Bahkan Negara tetangga seperti Vietnam sudah memiliki CocCoc yang bahkan didukung langsung oleh pemerintah Vietnam.

Geevv ingin meneruskan estafet perjuangan search engine lokal Indonesia yang sebelumnya sudah muncul di masa buble dot-com, seperti cangkok.com, findtoyou.com, tukangcari.com dan masih banyak lagi yang saat ini masih belum bisa cukup bersaing dengan search engine nonlokal lainnya. Belajar dari pengalaman search engine lokal tersebut, dengan diferensiasi yang dilakukan Geevv optimis untuk mendapatkan setidaknya 2% dari market share search engine di Indonesia dalam waktu dua tahun. Angka ini diharapkan akan terus meningkat ke depannya untuk memperbesar dampak sosial yang ingin Geevv lakukan.

Dengan raksasa internet yang menguasai market search engine di Indonesia saat ini, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi Azka dan Andika. Sebagaimana melihat search engine lokal di negara lain yang mampu mendominasi dan eksis, ini adalah tantangan sekaligus motivasi bagi mereka

berdua. Mengutip sebuah quotes dari Aesop bahwa tidak ada kebaikan (sekecil apapun) yang akan berakhir sia-sia. Bersama Geevv kami ingin menciptakan Indonesia yang lebih baik dari hal kecil dan mudah yang kita sering lakukan setiap harinya: melakukan pencarian di Internet. Tidak perlu berpikir dua kali, berdonasi semudah klik, bersama Geevv.

Kontak:

Azka Asfari Silmi | Chief Executive Officer | E: azka@geevv.com | Mobile: +6282211280758 Geevv Indonesia |Website: https://www.geevv.com/ | Alamat: Jl. Duren Tiga Raya, Kav.7E, Pancoran, Jakarta Selatan

Related post

Comment(0)

Leave a Comment