Berawal dari ke gelisahan akan informasi yang beredar di dunia maya, dan kekhawatiran akan pengaruh buruk yang timbul dari informasi yang cenderung mengiring opini ke hal-hal yang buruk. Kebebasan informasi di era digital di Indonesia gak berbanding lurus dengan tanggung jawab para pelaku industri yang mungkin hanya sekedar mencari visitor untuk traffic, penting sih bagi para pelaku industri tapi dengan menarik pengunjung dengan content yang sifatnya propaganda, pornografi,kekerasan, SARA dan lain sebagianya sangat tidak layak.

Mungkin para pelaku atau yang biasa kita sebut oknum lupa, para pengguna internet sebagian kecil namum penting adalah anak-anak, mereka yang cenderung mempunyai sikap mencontoh apa yang dilihat dan didengar. Menjadi terbiasa dengan hal-hal buruk, membuat kita hilang sisi kemanusian membuat nilai-nilai moral, kesopanan perlahan namun pasti terkikis. Ini adalah mimpi buruk bagi bangsa ini jika semua media yang beredar di tengah rumah kita, media yang beredar di gengaman kita, media yang beredar di sekitar kita adalah media yang mengiring kita ke hal-hal yang buruk,

Mungkin sejenak kita harus mulai berfikir, ketika anak-anak bangsa ini tidak lagi percaya pada penegak hukum. Lalu cenderung menstereotypekan (menyamakan) perilaku oknum yang minoritas itu menjadi seolah bagian besar atau kebanyakan dari penegak hukum.

Lalu siapa yang mau mendidik generasi bangsa, ketika seorang guru tidak di beri kepercayaan untuk mendidik dengan sedikit keras, walaupun demi kebaikan. Lalu pada siapa kita titipkan generasi bangsa ini.

Kegelisahan ini terus menerus menjadi perhatian kami dengan keterbatasan, Indonesia Netizen hadir untuk memberi sudut pandang lebih akan nilai-nilai kehidupan di genggaman kita semua, di tengah-tengah rumah kita semoga hal-hal kecil yang kami berikan menjadi jamur para pengiat industri digital lainnya. Untuk memulai mengkampanyekan hal-hal yang lebih bermanfaat yang lebih positif.

Related post

Comment(0)

Leave a Comment