indonesia netizen

Hari yang tidak cukup cerah di Bandung, saya mencoba melakukan sedikit perbincangan dengan teman saya yang berasal dari Vietnam, tentang apa yang dia tahu tentang Indonesia. Kami berkenalan secara tidak sengaja ketika perusahaannya yang berpusat di Hanoi, Vietnam ingin melakukan ekspansi ke Indonesia Khsusnya Jakarta dan teman saya ini menawarkan untuk menjadi bagian dari perusahaannya.

Dari percakapan dunia maya yang kami lakukan, ternyata Indonesia cukup popular. Terbukti bahwa yang mereka tahu Jakarta, Bali dan Islam. Dan yang mengkhawatirkan dari percakapan kami adalah mereka mengenal dengan baik bahwa Indonesia adalah pasar potential untuk melakukan bisnis yang mungkin sebagian pengusaha muda / startup tidak menyadari itu. Mereka mungkin sibuk untuk melakukan ekspansi keluar negeri di bandingkan memberdayakan pasar yang ada.

elsie - indonesia netizen

Dia juga bertanya pada saya apakah saya bisa menggunakan sumpit, “tentu” itu menjawab hal sederhana ternyata budaya asing semudah itu melebur di Indonesia dan sadar atau tidak perlahan kita terbiasa menerima perubahan dan merasakan asing dengan budaya kita sendiri.

Lalu saya bertanya dia lebih jauh apa yang dia tahu tentang islam, ternyata dia cukup tahu kalo islam itu tidak minum-minuman beralkohol dan tidak makan daging babi. Lalu saya bertanya cukup serius apa pendapatmu tentang islam dan teroris, dia menjawab dia mendengarnya dari tv local dan mencoba membandingkan kalau Vietnam Negara yang cinta damai. Dia juga bercerita kalau teroris itu lebih erat dengan timur tengah dan seharusnya kita bersikap baik pada semua orang.

“I respect all Religions, I think we need to behave equally” – Elsie Tran

Related post

Comment(0)

Leave a Comment