Scrum, Agile, Leader

Semarak dan semangat pemilihan kepala daerah di beberapa wilayah di Indonesia, mengusik penulis untuk memandangnya dari keilmuan “Scrum” dimana nilai-nilai pemimpin itu adalah “servant-leader” yang berarti pemimpin yang cenderung melayani bukan di layani.

Scrum juga memandang semua lebih sederhana dimana tidak ada hirarki yang kaku yang membatasi hubungan antar satu sama lain, juga dijelaskan dengan baik di dalam Scrum yaitu semua dalam derajat yang sama hanya role (peran) yang membedakan satu dan lainnya, hanya “tujuan” yang mengikat satu sama lain, tujuan yang di tentukan bersama atas kesepakatan bersama.

Nilai dalam scrum memberikan gambaran lebih luas bagaimana seharusnya pemimpin masa depan harus bersikap, ketika orang-orang telah menghargai peran masing-masing tak ada lagi yang perlu di khawatirkan, kita akan lebih bijak dalam memandang proses lebih penting dari hasil, proses yang terus diperbaiki dari waktu ke waktu karena tujuan adalah sesuatu yang relatif maka kualitas dari proses itu yang sebaiknya dijaga dan di tingkatkan, bukan sekedar medekte apa yang harus di lakukan untuk mencapai tujuan.

www.indonesianetizen.com

Related post

Comment(0)

Leave a Comment